5000 Jamaah Umroh Telah Berangkat Musim 2018/2019 | Dan Terbitnya Sistem SISKOPATUH Untuk Melindungi Jamaah Umroh Dan Haji

Jakarta -“Alhamdulillah, Mudah2n Kedepannya Akan Lebih Baik Lagi dan memaksimalkan pelayanan untuk calon tamu tamu allah sehingga jamaah mersa puas dan beribadah dengan khusuk di tanah suci” Itulah yang di ungkapkan oleh Hj. yulismayanti selaku direktur risalah madina sembari membuka Acara Pembukaan Ponpes Risalah Madina di cihedung udik, dramaga, kabupaten bogor.

Dari data yang di dapat Risalah Madina Ditahun atau di musim 2018/2019 ada sebanyak 5000 jamaah umroh yang telah berangkat bersama risalah madina. berbagai fasilitas ditawarkan dan akomodasi yang mempuni sehingga berbagai macam testimoni bagus yang terlontarkan.

Adapun di tahun 2019/2020 kementrian agama mengeluarkan Program terbaru yaitu :

Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Umrah dan Haji (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), bersama Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menggelar Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi dan Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).

 

“Alhamdulillah, upaya ini dapat dilaksanakan sesuai target, yaitu sebelum musim umrah 1441 Hijriyah yang akan datang. Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim Siskohat Ditjen PHU yang telah bekerja keras bersama Direktorat Umrah dan Haji Khusus dalam menyelesaikan aplikasi SISKOPATUH,” ucap Arfi Hatim saat memberikan laporan di hadapan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin dan ratusan peserta pelatihan di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Tersedianya aplikasi, lanjutnya, atau sistem ini dilakukan oleh Ditjen PHU dan seluruh data disimpan dalam server SISKOHAT.

Ia menjelaskan, agar dapat berjalan efektif pada musim umrah 1441 H yang akan datang, maka pihaknya merasa perlu mengadakan sosialisasi sekaligus pelatihan pengoperasiannya kepada seluruh PPIU yang saat ini berjumlah 1016 PPIU.

“Narasumber utama kegiatan ini adalah tim yang terlibat langsung dalam pemuktakhiran aplikasi ini agar dapat memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada peserta,” tukas Arfi.

Selain SISKOPATUH, Arfi juga memaparkan perbaikan dan pembenahan tata kelola penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dalam kurun waktu setahun terakhir.

Di antaranya, penguatan regulasi dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 8 tahun 2018 dan UU nomor 8 tahun 2019.

“Pelayanan perizinan umrah secara online yang terintegrasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag, penandatanganan nota kesepahaman dengan Komite Akreditasi Nasional untuk Pelaksanaan Akreditasi PPIU oleh lembaga yang akan dimulai tahun ini,” beber Arfi.

Selain itu, tambahnya, juga ada keharusan sertifikasi bagi PPIU sebagi biro perjalanan wisata.

“Yang terbaru, penandatanganan nota kesepahaman serta perjanjian kerja sama pembentukan Satgas Umrah yang melibatkan sembilan kementerian dan lebaga negara,” ungkap Arfi.

Ia juga menjabarkan, Ditjen PHU telah mengimplementasikan sistem pengawasan secara online. (rilis Kemenag)

 

Beberapa File SISKOPATUH :

Teknis Pengiputan SISKOPATUH – PPIU

Teknis Pembayaran BSM – PPIU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *